Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
21 Agustus 2026 | 12:06:10 WIB
UBB Edukasi Siswa MAN 1 Pangkalpinang tentang UPF dan Olahan Ikan Sehat

Pangkalpinang, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) terus mendorong peningkatan literasi pangan dan gizi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kali ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UBB memberikan edukasi pangan sehat kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pangkalpinang, Selasa (18/8/2026).
Mengangkat tema “Dari Snack Instan ke Real Food: Transformasi Pola Konsumsi melalui Edukasi dan Substitusi Ultra-Processed Food (UPF) Berbasis Olahan Ikan,” kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pangan ultra-proses (ultra-processed food/UPF), membangun kebiasaan memilih makanan secara lebih bijak, sekaligus memperkenalkan keterampilan pengolahan pangan lokal berbasis ikan.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Pi. Fika Dewi Pratiwi, S.Pi., M.Si. selaku ketua tim, bersama anggota Dr. Eva Helda, S.TP., M.Si. dan Dinda Mardiani Lubis, S.Si., M.Si. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pangan sehat, tetapi juga diajak memahami bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang menarik dan sesuai dengan selera remaja.
Pada sesi edukasi, dr. Meitri Diyah Indriasih memberikan pemahaman mengenai pengertian ultra-processed food (UPF), potensi dampak konsumsi UPF secara berlebihan, serta pentingnya memperhatikan informasi pada label komposisi pangan.
Para siswa diajak mengenali karakteristik pangan ultra-proses, termasuk keberadaan berbagai bahan tambahan dalam produk pangan. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai cara membaca label pangan sehingga dapat mempertimbangkan kandungan bahan dan nilai gizi sebelum membeli maupun mengonsumsi suatu produk.Kemampuan membaca label pangan dinilai menjadi salah satu langkah sederhana yang penting dalam membentuk konsumen yang lebih sadar terhadap pilihan makanan.

Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menjadikan rasa, harga, dan kepraktisan sebagai pertimbangan, tetapi juga memperhatikan kandungan pangan serta dampaknya terhadap kesehatan.
Selain literasi pangan, kegiatan juga membekali siswa dengan pemahaman mengenai keamanan dalam proses pengolahan makanan. Dr. Eva Helda, S.TP., M.Si. menjelaskan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) atau cara produksi pangan yang baik, mulai dari kebersihan bahan baku, peralatan, area kerja, hingga proses pengolahan.
Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menghasilkan pangan yang aman, higienis, dan layak dikonsumsi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan siswa tidak hanya dalam kegiatan praktik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari ketika mengolah makanan di lingkungan keluarga.
Suasana edukasi semakin menarik ketika kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan pangan sehat bersama praktisi kuliner Ibu Atiek dari D’Nastar Baking Studio. Para siswa mendapatkan demonstrasi sekaligus pendampingan dalam membuat Korean fish cake dan nugget ikan.
Praktik tersebut memperlihatkan bahwa ikan sebagai salah satu sumber pangan lokal dapat diolah menjadi makanan yang menarik, lezat, dan sesuai dengan selera generasi muda. Pemanfaatan ikan sebagai bahan utama juga menjadi alternatif untuk mengenalkan pilihan pangan yang lebih sehat sekaligus mendorong konsumsi produk pangan lokal.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kepala MAN 1 Pangkalpinang Drs. Sulaeman, M.Pd., yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Dukungan pihak madrasah menunjukkan adanya komitmen bersama antara UBB dan satuan pendidikan dalam membangun lingkungan belajar yang turut memperhatikan pola konsumsi sehat serta pengembangan keterampilan hidup siswa.
Melalui perpaduan edukasi mengenai UPF, literasi label pangan, penerapan GMP, dan praktik pengolahan ikan, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UBB ini memberikan pengalaman yang aplikatif bagi siswa MAN 1 Pangkalpinang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UBB untuk mendorong perubahan pola konsumsi generasi muda melalui peningkatan literasi pangan, pemanfaatan bahan pangan lokal, dan penguatan keterampilan pengolahan pangan. Melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung, UBB tidak hanya memperkenalkan pentingnya memilih pangan yang lebih sehat, tetapi juga menunjukkan bahwa ikan lokal dapat diolah menjadi produk yang menarik, aman, bergizi, dan sesuai dengan selera generasi muda.
Program tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UBB dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada kebutuhan dan persoalan nyata di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UBB diharapkan terus dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda yang lebih sadar gizi, kritis dalam memilih pangan, terampil mengolah bahan pangan lokal, serta mampu menerapkan pola konsumsi yang sehat dan bertanggung jawab. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM